Cerita Sex Menikmati Liang Kemaluan Bu Denok Pemerkosaan Terbaru

Cerita Sex Panas – Cerita hot ini adalah cerita terbaru ,,,Namaku Indra, dan ini ceritaku saat masih 18 tahun. Saat berangkat keyogya untuk kuliah aku bertemu dengan Bu Denok dan Pak Jerry suaminya. Bu Denok adalah mantan guruku saat SMP dulu. Setelah bercerita panjang lebar mereka menawarkan padaku untuk tinggal ditempat mereka selama aku kuliah. Setelah mendapat ijin orang tuaku, akupun menerima tawaran baik mereka karna aku memang tidak punya kenalan diyogya.  Setelah sebulan tinggal bersama aku tahu kalau Pak Jerry yang bekerja diluar pulau sering sekali berangkat, sementara kedua anaknya lebih memilih tinggal bersama neneknya dikalimantan untuk mernyelesaikan pendidikan dasar mereka. Aku sering melihat Bu Denok melamun sepulang dia dari mengajar disekolah. Bu Denok juga sering cerita panjang lebar padaku tentang kesepiannya dirumah selama ini. Dan aku selalu menjadi pendengar yang baik.  Dibalik sikap baik yang kuperlihatkan, terpendam hasrat yang ada sejak SMP dan tumbuh lagi sejak pertemuan kembali dengan Bu Denok sekarang. Waktu SMP dulu aku paling bersemangat jika pelajaran Bu Denok, selain cara mengajarnya yang enak aku bisa mengintip BH yang dia gunakan. Antara kancing didada dan kerah lehernya terdapat celah yang sering terbuka, sehingga jika diperhatikan secara teliti, orang pasti bisa melihat pakaian dalam yang ia gunakan. Dan selama penagamatanku Bu Denok selalu memakai BH warna Hitam.   Itu selalu menjadi santapanku setiap mata pelajarannya. Bahkan aku selalu memperhatikan gerak-geriknya selama disekolah.

 Waktu itu usianya 28
tahun, dengan wajahnya yang putih dan bentuk tubuhnya yang menawan membuatku
selalu menjadikannya sebagai objek hayalan jika onani. Sekarang diusianya yang
ke 34 tdak terlihat kalau Bu Denok telah memiliki 2 orang anak yang sudah SMP.
Malah menurutku ia terlihat lebih menawan, terutama pada bagian pinggul dan
dada ukuran 38arB yang lekukannya semakin terbentuk. Itu semua karena program
BL yang diikutinya tiap senin dan kamis sore. 
Awalnya aku cuma mengkhayalkan tubuh Bu Denok jika sedang bermasturbasi.
Kemudian aku melakukannya sambil memegang CD dan BH hitam milik Bu Denok,
sampai akhirnya aku berani menguping jika Pak Jerry yang pulang dan sedang
bercinta denagn Bu Denok. Sambil mendengar desahan dan erangan erotis dari
dalam kamar, tanganku asik mngocok batang kontolku yang lumayan besar. Dan bila
sudah keluar kubersihkan dengan CD atau BH Bu Denok yang akan dicuci
besok.  Akhirnya muncul niatku untuk
mencicipi lubang vagina Bu Denok yang pasti sangat keset dan terawat. Aku
melakukannya setelah 4 bulan tinggal disana, saat itu hari kamis dan suaminya
sudah berangkat seminggu. Aku menunggu didalam kamar sambil membayangkan “malam
pertama” yang akan kulalui bersama Bu Denok. Saat dia pulang dari BL aku
membukakan pintu rumah. “Sore Ndra.. baru pulang?” Sapanya ramah dan tersenyum
padaku. “Iya Bu.. baru aja” Balasku sambil mengangguk.  Kemudian dia pergi kedapur membuat segelas
susu lalu diletakkan datas meja makan. Kemudian ia masuk kamar untuk mandi.
Saat dia mandi, kumasukkan serbuk tidur yang kubeli di apotik kedalam susu yang
akan diminumnya. Prediksi Bola  Sekitar
45 menit kemudian Bu Denok keluar dari kamar, ia menggunakan daster motif bunga
warna biru dengan panjang selutut tanpa lengan dengan belahan dada yang agak
rendah, sehingga jika dia agak membungkuk belahan payudaranya yang indah akan
tampak jelas terlihat olehku. Setelah mengambil susu di atas meja dia duduk
menemaniku menonton TV di ruang tengah. “Ada berita apa Ndra?” Tanyanya sambil
meminum susu.

“Biasa Bu.. politik gak ada habis-habisnya” Sahutku sambil
mencuri pandang keketiaknya. “Bapa ada nelepon gak?”Tanyanya lagi sambil
menghabiskan susu di gelas. “Belum Bu, mungkin masih ngelonin istri baru”
Candaku. “Nakal ya..” Tegurnya sambil mencubit pinggangku. Aku tidak menghindar
karena dengan itu aku bisa melihat belahan dadanya yang seperti ingin melompat
dari dalam dasternya.  Sekitar 5 menit
kemudian Bu Denok mulai menguap dan kepalanya mulai jatuh karena sangat
mengantuk. “Ndra ibu tidur duluan.. Gak tau kok ngantuk banget hari ini”
Pamitnya. “Mungkin tadi terlalu diforsir tenaganya Bu” Sahutku dengan
tersenyum. Kemudian Bu Denok masuk kamar dan menutupnya. Setelah 10 menit
menunggu aku mulai beraksi, kuketuk pintunya pelan tiga kali lalu kupanggil
namanya, tak ada jawaban. Kuulangi sekali lagi tetap tak ada jawaban, kuputar
pegangan pintu dan kubuka dengan sangat perlahan dan kututup keras-keras. Bu
Denok tidak bereaksi di atas kasurnya. Proqq 
Kulihat jam dinding, 18:13 masih banyak waktu pikirku. Aku naik keatas
kasur lalu ku perhatikan wajahnya, cantik sekali. Kucium bibirnya dengan
lembut, lalu kujilati wajahnya sampai basah kemudian ciumanku turun kelehernya.
Kusapu sekeliling lehernya dengan jilatan dan sedotan hingga memerah. Setelah
puas kuturunkan kepalaku kedadanya, walau masih berpakaian lengkap tapi bisa
kurasakan kekenyalan sepasang payudara yang indah itu. Kedua tanganku secara
perlahan tapi pasti meraih kedua bukit kembar itu lalu mengusapnya dengan
lembut sementara kepalaku turun keselangkangnnya. Dibalik kain daster itu
tercium aroma kewanitaan yang sangat merangsang.  Kuhirup puas-puas wangi yang memabukkan itu,
sehingga mengakibatkan remasan-remasan yang kulakukan kepayudara Bu Denok
menjadi kasar dan tak terkendali.

Tarikan napasku semakin berat seiring dengan hasrat yang
semakin menggebu. Kemudian aku membuka semua pakaian yang mnelekat ditubuhku,
dan menutup mataku dengan kain. Setelah itu kubuka daster yang dikenakan oleh
Bu Denok kemudian kuatur posisi tubuhnya, Kedua tangan di atas kepala dan kaki
yang membuka lebar. Lalu kubvka kain penutup mataku, pemandangan yang erotis
dan menantang langsung terlihat dihadapanku. Tubuh Bu Denok yang tergolek lemah
dan tak berdaya kini hanya ditutupi oleh BH hitam pada payudaranya yang montok
dan CD pink yang menggembung pada selangkangannya. Batang penisku semakin tegak
mengacung siap perang.  Kudekati tindih
tubuh Bu Denok yang tergolek lemah dan pasrah itu. Kucium bagian payudaranya
yang tak tertutup BH, lalu tanganku menelusup kedalam BHnya dan meraih salah
satu puting susunya kemudian memilin-milinnya. Dengan napas yang makin memburu
kusingkap BHnya keatas sehingga kedua payudaranya langsung membusung kedepan
seakan mengundangku untuk menikmatinya. Kuciumi kedua payudaranya lalu kukulum,
kusedot dan kugigit-gigit putingnya sampai memerah. Setelah itu kulirik
selangkangannya, CD pink Bu Denok tak mampu menutupi beberapa helai rambut
hitam yang menjulur keluar dari balik CD itu. Kutahan hasrat itu karena aku
ingin menikmatinya saat Bu Denok mulai sadar nanti. PokerQQ  Kuraih kedua payudaranya kuremas-remas dengan
kasar lalu kuletakkan batang penisku diantara sepasang susu yang indah itu.
Kemudian aku mulai menggerakkan pinggulku maju mundur, rasanya nikmat sekali
walau pasti tak senikmat jika masuk kelubang vaginanya batinku. Pelan tapi
pasti rasa nikmat mulai merasukiku, napasku mulai tersengal dan desahan mulai
keluar dari mulutku tanpa diminta. Butir-butir keringat makin mengalir deras,
kukulum bibir Bu Denok sejenak lalu kulanjutkan kembali genjotanku tanpa kenal
lelah.

Kulihat tubuh Bu Denok mulai berguncang karena gerakanku
yang makin hebat.  Sekitar 10 menit
berlalu dan aku sudah lelah menahan, kuputuskan untuk segera mengeluarkannya.
Gerakan pinggulku makin kupercepat dan kedua payudaranya makin kurapatkan. Rasa
nikmat tak terlukiskan mulai menjalari batang penis dan menyebar keseluruh
tubuhku. Cairan putih kental dari kepala penisku dan membanjiri permukaan tubuh
indah Bu Denok yang tergolek diam. Kukocok batang penisku sambil memuntahkan
cairan spermaku kewajahnya, desahan-desahan nikmat keluar dari mulutku.  Setelah selesai aku beristirahat sejenak
sambil menatap tubuh Bu Denok yang hanya tertutup oleh CD saja. Kemudian
kuambil lap dan air hangat yang memang sudah kupersiapkan, kubersihkan setiap
bagian tubuhnya yang terkena siraman spermaku. Setelah itu kucium-cium sebentar
lalu kupasangkan lagi BHnya, kemudian kubongkar lemarinya kucari baju yang
biasa digunakan Bu Denok kesekolah. Setelah dapat kupakaikan ketubuhnya.
Samar-samar terlihat sekali kalau baju itu membentuk lekukan yang sangat indah
aku berdecak kagum. Kemudian aku menunggu dia bagun sambil memainkan
payudaranya yang indah. Situs BandarQQ  Aku
duduk disampingnya saat Bu Denok mulai membuka matanya. Cahaya lampu tampak
menyilaukan matanya, kuperhatikan bagian dadanya yang terbuka. Batang penisku
perlahan tapi pasti kembali mengeras melihat pemandangan yang erotis itu. “Jam
berapa ini Ndra?” Tanyanya sambil mengucek mata. “10 lewat 5 jawabku” Sementara
mataku terus menatap kebelahan dadanya. “Huuaah.. masih malam toh.. lagi
ngapain kamu” Tegurnya sambil merentangkan tangan, otomatis belahan payudaranya
terlihat sampai BHnya.

Dan itu membuatku menjadi lupa diri. “Lagi liat ini Bu..” Tanganku langsung meremas salah satu payudaranya yang montok. “Jangan kurang ajar kamu ya” Bentaknya sambil menepis tanganku dan menutupi bagian dadanya yang terbuka.  Sambil mendekatinya kuceritakan semua yang baru saja kulakukan tadi. Wajahnya tampak memerah karena kaget dan tak percaya. Tiba-tiba aku langsung memeluknya, dan mencium bibirnya. Tak sampai disitu, kurebahkan tubuhnya keatas ranjang dan kuhimpit dengan tubuhku. Kulanjutkan aktifitasku, mencium dan melumat bibirnya. “Jangan Ndra.. Ini dosa” Pinta Bu Denok lirih. Tapi aku terus menciuminya, tanganku mulai menyusup kebalik baju Bu Denok. Bu Denok menangkisnya, dengan sedikit gerakan aku berhasil menepisnya dan terus menyusup masuk sampai menyentuh payudara Bu Denok yang masih terbunkus BH. Aku meremas lembut payudaranya yang montok itu. Bu Denok mendesah, aku terus meremas tidak lupa ciumanku terus melumat bibirnya. Aku mengalihkan ciumanku ke lehernya. Bu Denok kembali mnedesah, jemari tanganku mulai nerayap kepunggungnya, dan terus melepas tali BHnya.  “Berhasil” Batinku. Bu Denok tersentak. “Kita tidak boleh melakukan ini Ndra” sambil mendorongku kesamping. “Memang tidak boleh sih.. tapi..” Aku kembali merangkul Bu Denok, kali ini ciumanku lebih ganas dari pada yang pertama. Mulai dari bibir ke telinga terus menjalar ke lehernya. Jemari tanganku melanjutkan aksi lagi menarik keatas BH terus meremasnya, memuntir-muntir putingnya. Bu Denok pasrah dan kelihatan mulai panas dengan permainan yang kuterapkan. Aku mengangkat tubuh Bu Denok dan membuka baju serta BHnya, akupun demikian.

Baca Juga Cerita sek panas : Cerita Sex Menjadi Pengantin Muridku Di Entot

Bu Denok tampak takjub melihat batang penisku. Aku memulai
kembali aksiku, kali ini ciumanku kuarahkan ke payudaranya. Bu Denok
menggeliat, apalagi tanganku menyentuh payudaranya yang satu lagi. Kami berdua
telah bermandikan keringat, tangan Bu Denok menjambak rambutku.  Permainanku jemariku mulai merangkak ke bawah
dan berusaha menyelusup kebalik rok dan CDnya. Bu Denok tidak lagi
menangkisnya. Jemari tanganku menyentuh rambut kelaminnya, lalu jemariku
menggesek-gesek sekitar liang vagina Bu Denok. Bu Denok mendesah panjang dan
membenamkan kepalaku kepayudaranya, untuk mendapatkan kenikmatan lebih. Setelah
beberapa lama, ciumanku mulai merangkak kebawah sampai kebatas rambut vaginanya
yang sedikit terbuka. Aku kemudian memeloroti rok dan CDnya, akupun demikian.
Aku kembali terkagum melihat tubuh telanjang Bu Denok. Payudaranya putih padat
berisi dihiasi puting susu yang berwarna coklat kemerah-merahan. Sementara
Vaginanya dikelilingi rambut kelamin yang lebat.  Aku kembali beraksi, kali ini daerah
sasaranku liang vaginanya. Aku menciumi dan menjilati yang agak menonjol
disekitar liang vaginanya mungkin itu yang dinamakan kloritas. Setelah beberapa
lama ciumanku kembali keatas, merentangkan tangannya yang menutupi payudaranya.
Terus menjilati tubuhnya dan akhirnya mnedarat lagi di bibirnya. Batang penisku
dengan mulut vagina Bu Denok saling beradu. Ini menyebabkan batang penisku
ingin dimasukkan ketempatnya. Aku mengatur posisi dan melebarkan kaki bo Denok.
Bu Denok tersadar dan berkata, “Kita sudah terlalu jauh.. jangan teruskan” Aku
tidak lagi memperdulikan kata-kata Bu Denok karena hawa nafsuku sudah menuju
puncak. Aku kembalimeraih Bu Denok dan menciumi bibirnya, kali ini lebih
dahsyat lidahku bergoyang-goyang di mulutnya.  Bu Denok tak bisa berbuat apa-apa dan kembali
larut dalam kenikmatan. Batang penisku yang sudah gatal ingin memasuki liang
vagina Bu Denok. Aku mengambil posisi yang pas, batang penisku mulai memasuki
pintu kewanitaannya. Seperti masih perawan, batang penisku sering melenceng
memasuki liang vagina Bu Denok, aku terus berusaha dan akhirnya masuk juga
batang vaginaku keliang vagina Bu Denok. Bu Denok mendesah panjang dan badannya
berguncang. “Gila keset amat.. kaya belum punya anak aja” batinku. Bu Denok telah
sedikit tenang dan batang penisku telah masuk sedikit demi sedikit. Akhirnya
semua batang kejantananku tenggelam di liang senggama Bu Denok. Aku
menggoyangkan pinggulku sehingga batang kejantananku keluar masuk di liang
senggama Bu Denok. Makin lama makin cepat, Bu Denok mendesah sambil menyebut
namaku. Kami berdua bermandikan keringat walaupun cuaca pada saat itu lumayan
dingin.  Erangan yang panjang disertai
cairan hangat menerpa batang kejantananku yang masih berada didalamliang
senggama Bu Denok. Rupanya Bu Denok telah mencapai orgasme, aku pun tidak
tinggal diam dengan mempercepat gerakan batang kejantananku keluar masuk
diliang senggama Bu Denok. “Inilah saatnya” Batinku. Akhirnya puncak
kenikmatanku datang, spermaku muncrat didalam liang senggama Bu Denok bersamaan
dengan cairan hangat yang kembali menyirami batang penisku, ternyata Bu Denok
kembali orgasme. Malam itu berlanjut dengan beberapa kali orgasme Bu Denok,
sampai akhirnya kami kelelahan dan tertidur. 
Pagi harinya, Bu Denok bangun lebih dulu dan langsung kekamar mandi.
Sesaat kemudian aku terbangun dan mendengar guyuran air dikamar dan
mengetoknya, Bu Denok pun membuka pintu kamar mandi.

 Kembali aku terkesima
melihat Bu Denok yang telanjang bulat dengan rambut yang basah. Gairahku
kembali memuncak, aku masuk dan langsung merangkul tubuh Bu Denok. “Mandi dulu
dong” Pinta Bu Denok manja. Akupun menuruti ajakannya kemudian mengguyuri
tubuhku dengan air. Beberapa saat setelah itu aku menyabuni tubuhku dengan
sabun cair. Bu Denok turut membantu, malah dia menyabuni batang kejantananku
yang kembali tegak.  Rasa malu Bu Denok
telah hilang, dia mengocok-ngocok batang kejantananku dengan lembut. Nikmat
rasanya, dan pada saat hampir mencapai klimaksnya aku melepaskan tangan Bu
Denok karena belum saatnya. Gantian aku yang menyabuni Bu Denok, mula-mula
kedua tangannya lalu kedua kakinya. Sampailah kedaerah yang vital, aku berdiri
dibelakang Bu Denok terus merangkulnya dan menyabuni payudaranya dengan kedua
telapak tanganku. Terdengar Bu Denok mendesah panjang. Usapanku kebawah
melewati perutnya hingga sampai keliang senggamanya. Kembali aku mengusapnya
dengan lembut. Busa sabun hampir menutupi liang senggama Bu Denok, kali ini Bu
Denok merintih nikmat.

 Setelah puas aku mengguyur kedua tubuh kami yang masih berangkulan.  Aku membalikkan tubuhnya dan kami pun saling berhadapan. Bu Denok kemudian mencium bibirku, aku membalasnya dan kemudian terjadi french kiss yang dahsyat. Tangan kami pun tidak tinggal diam, aku menyentuh payudara Bu Denok dan ia menyentuh batang kejantananku yang masih perkasa berdiri. Setelah beberapa lama, Bu Denok membimbing batang kejantananku memasuki liang senggamanya. Dengan melebarkan kakinya batang kejantananku kembali memasuki liang senggama Bu Denok. Bu Denok melilitkan tangannya ke leherku kemudian aku menggendong Bu Denok dan menyandarkan ke dinding kamar mandi.   Setelah itu aku kembali menggoyangkan pinggulku yang membuat kejantananku keluar masuk liang senggama Bu Denok. Akhirnya spermaku keluar dan membasahi seluruh dinding liang senggama Bu Denok. Ternayata ia belum mencapai klimaks, untuk membantunya aku menjilati liang senggama Bu Denok. Bu Denok sedikit menjerit dengan apa yang kulakukan, Akhirnya Bu Denok mengeluarkan juga cairan dari liang senggamanya dan pas mengenai wajahku. Bu Denok terkulai nikmat, aku mengguyuri kembali tubuh kami berdua.  Aku dan Bu Denok telah selesai mandi, dan telah memakai pakaian masing-masing. “Lain kali.. aku minta lagi ya sayang” Bisikku sambil menelusupkan tangan ke balik baju kerjanya. “Atur aja” Desahnya manja. Kemudian Bu Denok berangkat kerja dan aku pergi kuliah. Pokoknya selama bertugas Pak Jerry keluar pulau, aku menggantikan tugasnya memenuhi hasrat biologis Bu Denok di tempat tidur

Baca Juga Cerita Sex Hot : Cerita Sex Lubang Kontrakan

Cerita Sex Liska Gadis Seksi

Namaku Putra seorang cowok yang baru menginjak kelas tiga SMU, aku hidup di sebuah kota kecil. Namun tidak membuat aku menjadi pribadi yang kuper, apalagi bisa di bilang aku termasuk cowok yang berwajah ganteng dengan postur tubuh yang atletis juga. Di sekolah aku menjadi salah satu cowok yang banyak di dekati oleh banyak siswi cantik namun aku masih belum memiliki seorang pacar hingga saat ini.  Aku lebih suka dunia otomotif, keseharianku aku lewatkan di bengkel untuk memodif motor atau lainnya. Walau terkadang ayahku sering memarahiku karena pikirnya hobiku tidak ada manfaatnya, namun karena ibuku yang sering memarahi ayah jika sedang memarahiku akhirnya diapun hanya bisa terdiam, aku memang dekat dengan ibu karena aku memang anak tunggal dari kedua orang tuaku yang memang mengajarkan kesederhanaan padaku.

Walau begitu sebagai anak muda akupun sering mendengar cerita ngentot baik dari temanku maupun dari browsing di internet. Bagaimanapun juga aku ingin mengenal atau sekedar mengetahui hal-hal seperti itu, apalagi banyak teman yang sering menceritakan tentang kisah perbuatan mesumnya dengan pasangannya masing-masing, bahkan terkadang aku yang menjadi bahan ledekan mereka karena belum juga berpacaran.   Terkadang akupun berpikir kalau aku harus memiliki seorang pacar, tapi bagaimana mungkin aku berpacaran kalau selama ini aku belum menemukan cewek yang menurutku pas buat aku jadikan pasangan. Akhirnya akupun hanya bisa menyibukan diri dengan motorku, tanpa menghiraukan cerita ngentot atau cerita dewasa lainnya. Hingga pada suatu hari aku bertemu dengan seorang cewek di toko dekat dengan bengkel tongkronganku.  Singkatnya akupun berkenalan dengannya dan benar saja ternyata dia bukan penduduk asli sini. Namun seorang gadis yang sedang menikmati liburannya, dan dia juga merupakan anak kuliahan karena itu akupun berbohong kalau aku juga seorang mahasiswa. Liska namanya dia beda dengan cewek yang ada di kota ini, Liska begitu seksi di dukung dengan penampilannya yang sering menggunakan pakaian seksi. Pokerqq  wajahnya begitu cantik mirip banget dengan artis sinetron yang saat ini sedang naik daun. Kami sering jalan bareng aku dengan mudahnya dapat berkenalan dengan tante liska yang merupakan saudara mamanya dan diapun seorang janda yang tinggal sendirian, karena itu liska dekat dengan tantenya itu, dari yang aku lihat dia begitu manja pada tantenya seperti pada mamanya sendiri bahkan dengankupun dia menjadi dekat karena tante memang begitu supel.  Seperti malam ini aku berniat jalan bareng dengan Giska, dan kamipun sudah janjian untuk pergi ke sebuah cafe dan nonton malam ini. Dan aku tidak menyangka kalau aku bakalan kepergok teman-teman satu sekolahku pas di depan pintu bioskop ” Hai Ren… wah ternyata kamu dah ada gebetan.. boleh kenalan ..SMU mana?” Cerocos Ibra temanku, aku lihat Liska tersenyum sambil menjabat tangan semua teman-temanku.  Saat itu juga Liska tahu kalau aku masih seorang pelajar SMU, merasa aku bohong padanya diapun segera meninggalkan aku yang masih termangu di depan teman-temanku. Tapi akhirnya akupun mengejar Liska yang mulai ngambek padaku, hampir saja aku tidak bisa membujuknya untuk pulang bersamaku tapi akhirnya diapun mau. Sampai di depan rumah tantenya Liska langsung masuk tapi aku tetap membuntutinya dengan maksud untuk meminta maaf.  Tanpa aku sadari Liska masuk dalam kamarnya dan dengan berani akupun ikut masuk, ketika Liska menelungkup di atas kasurnya sat itu juga berkali-kali aku meminta maaf “Liska aku nggak bermaksud bohongi kamu.. aku sudah berencana ingin memberitahu kamu..” Dan tetap saja Liska menangis sesenggukan karena itu akupun bermaksud untuk segera pergi dari tempat itu, namun begitu sampai di pintu kamarnya.  Tiba-tiba Liska memeluk tubuhku dari belakang,

Baca Juga cerita sex hot : SELINGKUH DENGAN TEMAN ISTRI AKIBAT VOUCHER GRATIS

akupun terhentak di buatnya ” Putra aku sayang kamu..” Dengan perlahan aku membalikan tubuhku lalu aku menunduk untuk melumat bibir seksinya, awalnya aku hanya ingin mengecupnya tapi ternyata Liska lebih agresif dia melumat bibirku bahkan dengan lembut dia mengulumnya membuatku bergairah saja, layaknya dalam cerita ngentot kamipun semakin berani apalagi tante belum datang. Situsqq  Dengan penuh gairah Liska mengulum bibirku bahkan dia berani memegang kontolku. sambil terus meremasnya bahkan kemudian dia membungkukan tubuhnya lalu dengan cepatnya dia lepas celanaku dan nampaklah kontolku yang sudah membesar “Aaaaaaauuuuwww….. oooouuugghh… ooouugghhhh…” Teriakku ketika Liska mulai melumat kontolku dalam mulutnya, aku merasakan kenikmatan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.  Gerakan tangan yang lincah serta mulut yang tidak berhenti memainkan kontolku, membuat aku mendesah berulang kali aku yakin kalau Liska bukan pertama kali melakukan adegan layaknya dalam cerita ngentot ini ” OOooouuuuggghhh…. aaaaggghhhhh…. ooooouuuugggggghhhh….. oooouuugghhhhh…. aaaaaaagggggghhhhhh….” Desahku menikmati kuluman liar pada kontolku dan aku hanya bisa melihat apa yang dilakukan Liska padaku.  sampai akhirnya dia kembali berdiri lalu dengan isyarat dia menyuruhku untuk terlentang di atas tempat tidurnya. Saat itulah bagai anak kecil aku menurut saja yang di katakan Liska padaku, saat aku terlentang dengan tegangnya kontolku membesar lalu aku lihat Liska melepas seluruh pakaiannya, kemudian dia menindih tubuhku sambil berusaha memasukkan kontolku pada lubang memeknya.   Aku hanya terdiam karena Liska sudah begitu fasih melakukan hal itu, tatkala dia berhasil memasukkan kontolku diapun menggoyang pantatnya di atas tubuhku. sambil meliuk-liuk bagai cacing kepanasan “OOOOoouuugggghh… eeeeeuuuuuummmppphhh…. aaaaaagggghhhh….. aaagggghh.. Ren..dra… aaaaaku… saaa. yang.. kamu… aaagggggggghhh..” Desahan Liska membuatku semakin bergairah saja.  karena itu akupun bergerak di bawah tubuhnya berusaha mengimbangi gerakan tubuh Liska ” Ooooouuggghh….. aaaaaaaaggggghhh…. Gis….. aaa…. ku…… aaaagggggghhhh….. aaaaaggghhh…. ” Aku merasa seakan mau menumpahkan sesuatu yang mengalir dan menyatu pada selangkanganku, Liska semakin mempercepat gerakannya hingga akhirnya crooooootttt crooot sesuatu yang hangat tumpah dari dalam kontolku.  Memenuhi memek Liska yang berada di atas tubuhku namun dia mempererat dekapannya hingga kontolku menyelinap masuk dalam memeknya. Berkali-kali pula dia menciumku lalu aku dengar dia berbisik ” kamu puas sayaaang…” Aku mengerti maksudnya dengan mesra aku kecup keningnya dan melumat bibir seksinya tanpa mengucapkan kata-kata apapun, apalagi aku merasa kecapekan tapi kamipun saling peluk di atas tempat tidur Liska hingga malam semakin larut.  Demikianlah Cerita panas ini. Cerita Sex Menikmati Liang Kemaluan Bu Denok

Cerita Sex Menikmati Liang Kemaluan Bu Denok Pemerkosaan Terbaru

Cerita Dewasa

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Cerita Sex Menikmati Liang Kemaluan Bu Denok Pemerkosaan Terbaru yang dipublish pada February 1, 2022 di website CeritaSex

Artikel Terkait

Leave a Comment